Mengenal Biaya Penalti KPR: Tips Mengatasi dan Keuntungannya

May 11, 2023 | Waktu baca 3 menit

Mengenal Biaya Penalti KPR: Tips Mengatasi dan Keuntungannya

KPR merupakan salah satu pinjaman dengan tenor atau masa cicilan yang panjang. Bagi sebagian orang, untuk bisa melunasi pinjaman dengan cepat adalah impian tersendiri. Sayangnya untuk pinjaman yang sudah punya jangka waktu tertentu, seperti KPR dan KTA, pelunasan lebih cepat tidak bisa dilakukan begitu saja karena adanya biaya penalti.


Banyak orang yang berpikir bahwa ketika mereka sudah punya cukup uang, melunasi KPR tentu adalah pilihan yang bijak untuk mengurangi beban utang. Namun, karena adanya penalti, kamu mungkin perlu mempertimbangkan ulang keputusan untuk melunasi utang lebih cepat. Simak pembahasan lengkap tentang penalti KPR, besaran dan cara meminimalisasinya berikut ini!


Baca juga: Panduan Lengkap KPR


Apa yang Dimaksud dengan Biaya Penalti?

Penalti berasal dari bahasa Inggris, yakni penalty yang artinya hukuman dalam bentuk pembayaran sejumlah uang akibat adanya pelanggaran ketentuan rasio kas atau keterlambatan pelunasan utang.


Dalam kasus pinjaman bank seperti KPR, penalti akan dikenakan ketika nasabah membayar sebagian atau semua saldo pinjaman sampai lunas sebelum tanggal jatuh tempo yang sudah disepakati.


Jika kamu meminjam uang pada orang lain–misalnya teman dekat atau anggota keluarga, mereka mungkin akan merasa senang ketika kamu membayar utang tersebut lebih cepat dari yang dijanjikan. Akan tetapi, hal ini tidak berlaku dengan pinjaman dari bank baik KTA maupun KPR yang sudah ada tanggal jatuh temponya.


Kenapa Jika Pelunasan Dipercepat Nasabah Kena Denda?

Kamu mungkin bertanya-tanya, “Bukankah seharusnya bank senang jika utang kita lunas lebih cepat dari yang seharusnya?” Faktanya dalam mekanisme kredit bank, prosesnya tidak sesederhana itu.


Selama beberapa tahun pertama waktu pinjaman adalah masa yang paling berisiko. Itulah sebabnya, di tahun awal kebanyakan biaya cicilan yang dibebankan oleh bank adalah dalam bentuk bunga. Jumlah pokok pinjaman atau utang dari nilai rumah tidak akan banyak berkurang. Ini adalah bentuk perlindungan yang dibuat bank terhadap risiko kerugian finansial.


Ketika kamu melunasi pokok utangmu lebih cepat dari yang seharusnya, keuntungan bank akan berkurang, misalnya saja ketika kamu membeli rumah dengan sistem KPR dengan tenor 20 tahun. Selama masa tenor tersebut, bank bisa mendapatkan untung ratusan juta dari pembayaran bungamu.


Jika masa tenor itu dipotong karena pinjamanmu lunas lebih cepat dari yang seharusnya, bank akan kehilangan sebagian keuntungan itu. Karena itulah, percepatan pembayaran KPR mengharuskan nasabah membayar sejumlah denda penalti sebagai bentuk ganti rugi karena bank sudah kehilangan keuntungan yang seharusnya menjadi milik mereka (jika perjanjian kredit berjalan sesuai dengan kesepakatan awal).


Perlu diketahui bahwa kadang aturan mengenai penalti tersembunyi di dalam kontrak. Ini kerap menyebabkan nasabah menjadi abai terhadap adanya biaya ini. Karena itu, sebelum kamu mengajukan KPR, pastikan kamu bertanya kepada pihak bank mengenai kemungkinan adanya biaya penalti jika kamu melunasi utangmu lebih cepat dari yang seharusnya.


Berapa Penalti Pelunasan KPR?

Besaran penalti pelunasan KPR lebih cepat dari tenor berbeda-beda, tergantung pada kebijakan masing-masing bank. Umumnya antara 1% hingga 5% dari sisa pinjaman yang akan dilunasi. Ketika kamu akan mengajukan KPR, pastikan kamu menanyakan kepada pihak bank mengenai besaran penalti yang mereka kenakan.


Tips Meminimalisasi Penalti KPR

Adanya penalti kerap jadi hambatan bagi mereka yang ingin mempercepat pelunasan utang mereka. Untuk meminimalkan penalti KPR, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan. Simak tipsnya berikut ini!


Pilih Bank dengan Cermat

Jika tidak ingin terkena penalti saat pelunasan KPR, cobalah cari bank yang tidak memiliki klausul penalti dalam perjanjian kreditnya.


Tawarkan DP yang Lebih Besar

Kamu bisa membuat kesepakatan dengan cara memberikan tawaran DP yang lebih besar sebagai ganti tenor pinjaman yang lebih baik–termasuk kemungkinan peniadaan biaya penalti.


Tunggu Waktu Sampai Penalti Dihapus

Kalau ingin tetap menghindari penalti pembayaran, kamu bisa menunggu waktu sampai aturan penalti dihapus sebelum melakukan pelunasan penuh atau mengajukan refinancing.


Keuntungan Melunasi KPR Lebih Cepat

Percepatan pelunasan KPR memang merupakan cara yang bagus untuk mengurangi besaran bunga yang harus kamu bayarkan kepada bank. Pasalnya, ketika kamu membayar angsuran per bulan, kamu juga membayar bunga dari total saldo tersisa. Jika KPR dilunasi lebih awal, kamu bisa menghemat biaya pembayaran bunga tambahan selama tahun kredit yang tersisa.


Beberapa keuntungan pelunasan KPR yang lebih cepat antara lain adalah:

  • Mengurangi beban keuangan. Ketika KPR-mu sudah lunas, beban cicilan bulanan tentu akan berkurang. Cash flow kamu juga akan lebih lancar karena tekanan keuangan bulanan sudah tidak ada. Ini memberimu kesempatan untuk mengalokasikan uang tersebut untuk berbagai keperluan lain seperti menabung dan berinvestasi
  • Kamu juga bisa mengajukan take over KPRatau pindah KPR. Dengan pindah KPR kamu dapat melunasi KPR di bank lama dan pindah ke bank baru dengan suku bunga fixed dan dengan cicilan yang lebih murah. Walaupun kamu akan terkena penalti karena melunasi cicilan di bank lama, kamu tetap punya kesempatan berhemat sampai ratusan juta.


Biaya penalti memang kerap membuat debitur bimbang untuk melunasi utangnya atau tidak. Jika kamu berniat melakukan pelunasan, pastikan kamu mempertimbangkan dengan baik biaya penaltinya agar tidak rugi, ya!


Ingin berkonsultasi terkait KPR atau langsung mengajukan KPR atau Pindah KPR ke 3 bank sekaligus? Kamu bisa melakukannya lewat IDEAL. Cukup unduh aplikasinya, daftarkan diri dan temukan produk KPR terbaik yang paling sesuai dengan preferensi keuanganmu.